Loading

Tentang Kami

Srikandi Kuliner | 00.35 | Be the first to comment!



Usaha ini berawal dari kecintaan saya terhadap makanan bakso. Bakso merupakan salah satu kuliner favorit yang banyak disukai dan sudah begitu akrab di lidah masyarakat Indonesia, yang dapat dengan mudah ditemui di berbagai tempat, mulai dari kota sampai di desa, mulai dari pasar, warung bakso pinggir jalan, pedagang keliling sampai dengan mal. Kuliner yang satu ini sudah sangat merakyat dari kalangan konglomerat hingga rakyat kecil menyukainya dan hampir semua segmen pasar bisa masuk, mulai dari anak-anak, remaja sampai orang tua. Semua orang mengenal dan menyukai bakso, karena di samping harganya terjangkau, jajanan ini juga mengenyangkan, cocok untuk mengganjal perut dan bisa dikonsumsi kapan saja, tidak mengenal waktu dan musim. 
Peluang usaha bakso termasuk bisnis makanan yang tahan lama karena bakso sudah ada sejak dahulu dan saat ini berkembang sangat pesat, selain karena sederhana dalam pengelolaannya, pasar bisnis ini terus tumbuh di Indonesia dan dapat mendatangkan keuntungan besar karena usaha ini tidak pernah sepi pembeli apabila dikelalola dengan baik, tekun dan jujur, selain itu kita juga harus dapat mendapatkan cita rasa yang enak dan inovatif. 
Setiap saya makan bakso rasanya hanya itu-itu saja. Kemudian saya berinisiatif untuk memproduksi bakso sendiri. Sebelum saya memproduksi bakso, saya ikut pelatihan-pelatihan atau kursus membuat bakso. Selain itu juga saya browsing di internet mengenai resep-resep bakso, yang pada akhirnya saya meramu sendiri resep bakso ala saya, setelah menjalani Trial and Error. 
Setelah saya berikan tester untuk keluarga, kerabat, sahabat, teman, komunitas yang saya ikuti, semua memberikan respon positif, dan mendorong saya untuk mulai usaha ini, dan Alhamdulillah pesanan mulai berdatangan. Tetapi saya tidak ingin berpuas diri, saya coba inovasi baru, yaitu dengan menciptakan bakso gulung keju dan bakso gulung rendang. Dalam menjalankan usaha ini membutuhkan kemantapan, keuletan dan inovasi dalam menjalankannya.
Dengan tetap menjaga cita rasa, kualitas dan ciri khas, saya juga harus menciptakan ide-ide baru atau varian baru supaya tetap eksis di bisnis ini. Untuk sementara ini, saya belum membuka outlet bakso karena sulitnya mencari tenaga kerja dan lokasi strategis untuk berjualan bakso. Jadi, untuk sementara, pemasaran bakso saya melalui media social, BB dan mouth by mouth, dan bakso yang saya jual termasuk ke dalam frozen food. Bakso saya juga telah mendapatkan sertifikat Halal dari MUI.
Bakso saya mengalami beberapa kali pergantian ‘brand’, yang pada akhirnya ‘brand’ bakso saya adalah “Bakso Cipayung

Tidak ada komentar: